putribulan's Weblog

30.09.09/no good for me

Posted by: putribulan on: September 30, 2009

But it’s a fantasy, not a reality
And it’s good, no, no good for me

2 malam yang lalu mengalami hal sulit dijelaskan dengan kata-kata terkadang aku mengenang segala yang terjadi kemarin. tapi merasakan ketakutan yang luar biasa! ingin membuang segala ingatan!

kepada hati itu aku bertaruh tentang rasa yang tak pernah datang, kepada hati itu aku berteriak ingin berlari ingin menghindar! 

Damn!!!! maaf aku belum bisa merangkai! terlalu jelas ingatan tentang dia!

I see a home in a quiet place
I see myself in a strong embrace
And I feel protection from the human race
It’s not parental

But it’s a fantasy, not a reality
And it’s good, no, no good for me, you have no idea

That I’m walking through the clouds
When you’re looking at me
I’m feeling like a child
Vulnerability
I am shaking like a leaf if you move beside me
And you’re all that I see
But it’s no good for me

You have a home You have a home, in a quiet place
And someone else feels your strong embrace
She is protected and she needs no chase
And do you love her???

You’re a mystery, you are the heart of intrigue
You’re no good no no good for me
You have no idea

That I’m walking through the clouds
When you’re looking at me
I’m feeling like a child
Vulnerability
I am shaking like a leaf if you move beside me
And you’re all that I see
But it’s no good for me
No it’s no good for me, no good for me

It’s a make-believe, you have no idea
That I’m walking through the clouds
When you’re looking at me
I’m feeling like a child
Vulnerability
I am shaking like a leaf if you move close to me
And you’re all that I see
But it’s no good for me

Through the clouds
When you’re looking at me
I’m feeling like a child
Vulnerability
I am shaking like a leaf if you move close to me
And you’re all that I see
But it’s no good for me

 

if only i can pretend it never happen to me.

13-09-09/13.20

Posted by: putribulan on: September 13, 2009

apakah memilikki perasaan ingin bunuh diri itu sebuah kesalahan atau dosa?

 

akhir-akhir ini aku seperti merasa hidup terlalu kejam untuk kuhadapi.  tapi tetap saja aku selalu berusaha ceria dihadapan orang tuaku, ketiga adikku dan kakakku. karena mereka adalah salah satu alasan kenapa aku bertahan. kadang aku merasa tak berguna not a good sister, not a good daughter hingga saat akhir seperti ini pun aku tk pernah membuat mereka bangga padaku. aku ingin sekali tertidur untuk selamanya. tak perlu bangun kembali, tak perlu menghadapi hidup.

tapi ada perasaan di hatiku aku ingin melihat kedtiga adik-adikku tumbuh dewasa, menjadi orang yang berhasil,walau akhirnya harus aku yang merasa kesakitan ketika akhirnya aku melihat mereka akan semakin menjauh dariku…

 

ya allah maafkan aku

aku akan kembali padamu nanti, secepatnya setelah aku benar-benar telah memberikan apa yang aku mampu untuk mereka, berusaha menjadi yang terbaik yang dapat memberikan yang terindah untuk mereka kenang. setelah itu tak ada alasan bagiMU untuk tidak mencabut nyawaku. dan tak ada alasan bagiku untuk tetap tinggal di dunia ini. atau aku akan menjadi hikikomori? ah dunia memang terlalu kejam untuk dapat kuarungi.

nice lyrics remind me with…

Posted by: putribulan on: July 6, 2009

Almost paradise
Your love is brighter than the morning
I feel like I have everything in the world
In my life
You came to me like a dream in the midst of hard times
If only I could love you forever

I hold your hand and shout out to the world
I swear on the sky
You’ll be my only love, forever
Our dream shines on like lights in the night sky, paradise

I can go anywhere as long as I’m with you
To the my paradise
Forget the times you suffered and hurt
It’s only the beginning for us
Let’s go, let’s run
Loving you forever

Almost paradise
Your eyes feel warmer than the sun as they look at me
I feel like I have everything in the world
In my life
Your love came to me like a silver lining in the midst of my exhaustion
If only I could preserve it forever
All of my love
All of my life
I love you with my all
Our place is like the blue ocean, paradise

I can go anywhere as long as I’m with you
To the my paradise
Forget the times you suffered and hurt
It’s only the beginning for us
Let’s go, let’s run
Loving you forever

Almost paradise
Your love is brighter than the morning
I feel like I have everything in the world
In my life
You came to me like a dream in the midst of hard times
If only I could preserve it forever
Your angelic smile fills our garden
I’m going to fill it with flowers for you

Almost paradise
Your eyes feel warmer than the sun as they look at me
I feel like I have everything in the world
In my life
Your love came to me like a silver lining in the midst of my exhaustion
If only I could preserve it forever
If only we could love forever

for you…

Posted by: putribulan on: July 5, 2009

i keep smelling the fragrance of promise
i guess the wind that swept by you is passing by my side right now
maybe it’s a sunshine in my heart that shines on only you
it even embraces the painful scars

love you
bringing you up, i close my eyes tight once again
i love you. if i can fill up both your eyes
i love you. if i show you my laughter
i’d take everything under the starlight and give them to you
i love you. if i can convey this heart to you
i love you. if you teach that heart
i’ll become like it in every way
love you, love you, love you, forever

i’m walking, following you, hiding behind the moonlight
what do i do if you don’t notice
should i make another request to the clouds to rain again
so i can hold your wet heart

love you
bringing you up, i close my eyes tight once again
i love you. if i can fill up both your eyes
i love you. if i show you my laughter
i’d take everything under the starlight and give them to you
i love you. if i can convey this heart to you
i love you. if you teach that heart
i’ll become like it in every way
love you, love you, love you, forever

untitle

Posted by: putribulan on: June 25, 2009

Entah sebesar apa mendung yang tersaput diwajahmu
Yang aku tau dulu
Semua tak pernah seperti ini
Tak pernah ada sungai airmata yang mengarungi didasar hatimu
Tak pernah ada hujan amarah yang mengguyur ruang jiwa kosongmu
Kau adalah embun menetes di peluh setiap insane
Senyummu adalah mentari
Bersinar menerangi fotosintesaku
Setidaknya  itulah yang kureguk darimu dulu
Ditengah gaduh penat ruang hampa
Kau duduk disana
Ceriamu adalah makna
Kerlingmu adalah kisah
Hingga ingin kutoreh menjadi berbait bait sajak
Kau kirimkan telepati
Hingga menembus ruang cintaku
Menusuk tajam degup jantungku
Merajam kejam hembusan nafasku
Dan segalanya hanya terukir namamu
Diatas prasasti  ingatanku
Seakan segalanya tak pernah bertandang untukmu
Dan ceria itu hanyalah mimpi yang numpang tidur semalam
Di bilik kecil hatimu
Tau kah engkau
Aku memanggil namamu
Aku merajut lukamu
Karena aku hanya ingin menjadi kupu hitam sayap yang menjahit perihmu
Tapi tak pernah ada maknanya bagimu
Kau tetap dingin dimataku
Matamu hanya bulir bulir embun lirih
Yang enggan berlalu dari pelupuk indah tatapmu
Entah
Seperih apa luka yang menggelayut manja di pelukmu
Dan di seberang mana kau sembunyikan duka yang menerjang kasihmu
Bagiku kau tetap kisah
Yang kususun semanis gulali di hadapmu
Bagiku kau seperiuk emas
Yang kurangkai menjadi butir butir mutiara
Kusematkan di dedaunan waru yang mulai mongering di taman hatimu
*kau adalah nada dan aku hanya ingin memainkannya menjadi simfoni*

terima kasih….

Posted by: putribulan on: June 23, 2009

Terima kasih
 
Terima kasih atas pagi indah
Yang kau larutkan lewat kata di benda segi empatku
Yang bergetar tapat ketika mentari tersenyum
 
Terimakasih
Untuk hasta kabel
Yang tak pernah nampak
Ketika kita asik berbincang ditengah peraduan bintang
 
Terima kasih
Untuk tiap tiap embun yang mengalir di peluhmu
Kau izinkan aku menyentuhnya
Menjadikannya butir butir es menyejukan
 

antara cinta dan perasaan untuk memilikki

Posted by: putribulan on: June 23, 2009

hanya sharing cerita aja mengenai perasaan cinta dan perasaan untuk memilikki….

antara cinta dan perasaan saling memilikki dimanakah letak perbedaannya ? cinta adalah bahasa universal yang sering diucapkan oleh banyak orang.. aku mencintaimu, i love u, aishiteru, Z t’aime dll  tapi apakah hanya segitu makna cinta ?  cinta adalah bahasa kasih yang sebenarnya telah ada jauh dalam diri kita menempati ruang hati kita dan enggan berlalu setelah tiba saatnya cinta akan tumbuh menjadi dewasa menjadi indah merekah mewarnai degup jantung. menyemarakan langkah kaki. cinta adalah pelajaran mengenai bagaimana iklhas harus kita terapkan dalam diri kita. iklhas mendoakan orang yang kita cintai, iklhas menerima kekurangan dan kelebihan dari mereka yang kita cintai.iklhas jika mereka pada akhirnya enggan menatap kita. cinta adalah bahasa kasih yang selalu setia menempati pekaranagan rumah hari kita.

perasaan ingin memilikki adalah perasaan dimana cinta menjadi alasannya. tapi keduanya memilikki perbedaan cinta menjadikan kita iklhas seangkan perasaan ingin memilikki menjadikan kita egois dalam memandang kasih sayang yang kita tujukan pada orang lain.

chapter 6

Posted by: putribulan on: June 22, 2009

Chapter

VI

Malam bertabur bintang gemerlap.  Devon masih saja duduk santai di teras lantai dua rumahnya masih sibuk menghitung bintang. Perasaan yang berbunga-bunga membuat matanya tak dapat terpejam. Rasanya ingin menghabiskan malam ini dengan menghitung jumlah bintang di angkasa. Sambil membayangkan wajah cantik dan tubuh elok Vaya ketika mengenakan busana pertunangan. “Vaya… beruntungnya aku memilikkimu” batin Devon sambil membenamkan dirinya dalam senandung celino dion yang dengan merdu menyanyikan to love you more di IPODnya.

Segalanya begitu indah buat Devon. Menjadi sangat sempurna Vaya seperti bumbu masakan yang membuat hidupnya serasa makin sedap di kecap lidah takdir. Tak sabar hatinya menunggu hari pertunangan agar segera tiba dan saat itulah dia mengumumkan bahwa Vaya pasti menjadi calon pedamping hidupnya yang abadi hanya Vaya tak ada yang lain. Terngiang di ingatannya pertemuan pertama mereka. Seorang gadis berusia dua puluh satuan berambut ikal, bermata tajam tapi teduh dengan penuh semangat yang mampu menjawab semua wawancara dan mampu mempresentasikan dengan lancar segala prospek yang berkaitan dengan majalah tempat dia menjadi staf editor nantinya. Saat itu juga, telak hati Devon dibuat tertambat pada gadis pemilik rambut ikal dan bermata indah itu.  Memang yang membuat Devon terpesona untuk pertama kali adalah mata Vaya yang tajam dan teduh meninnggalkan kesan terdalam di hati Devon. Hingga saat Vaya diterima bekerja di Florence dan diangkat menjadi kepala editor sekaligus menjadi kekasihnya kini, kesan itu masih terukir dalam di hati Devon yang tak akan bisa dia lupakan empat tahun lalu, malam ini dan selamanya. Di ruang hati Devon saat ini hanya terisi Vaya tak ada yang lain hanya Vaya seorang yang dengan sigap memainkan piano klasik yang terletak di bilik jiwa Devon.

Malam semakin larut, mereka bertiga masih asik berkutat dalam pikiranya masing-masing. Vaya yang tengah bimbang dengan perasaannya terlebih setelah cinta pertamanya hadir kembali dalam hidupnya. Menjadi partner kerjanya dan mengusik ketenangan hatinya, pora porandakan emosinya, seperti dulu ketika bangku kuliah menjadi saksi bisu perasaan cinta tulus Vaya.  Adrian masih berkelana dalam pikirannya yang terus tertuju pada gadis yang amat dicintainya sedari dulu hingga saat ini dan selamanya ruang dihatinya akan terus menerus kosong dan longgar dan hanya Vaya yang menempatinya.  Devon tengah bahagia menyambut pesta pertunangannnya dengan gadis yang menjadi penyempurna hidupnya. Tak ada waktu untuk memikirkan yang lain selain gadis yang saat ini mengetuk pintu hatinya dan seenaknya menari ceria di bilik-bilik jiwanya. Mengusik alam bawah sadarnya. Memainkan simfoni cinta yang berdebum menyemarakan setiap langkah dalam hidupnya.

chapter 5

Posted by: putribulan on: June 22, 2009

Chapter

V

Adrian memarkir motor harleynya dihalaman parkir apartemen cukup mewah yang terletak bilangan Bintaro. Lalu dengan langkah santai memasuki gedung apartemen sambil menyapa ramah pak satpam yang tengah menjaga.

“Baru Pulang… Pak?? Sapa si satpam pada Adrian

“Yeps… masuk dulu ya Bro….” Jawab Adrian sambil melemparkan senyum ramahnnya yang kemudian juga dibalas dengan senyum hormat dari si satpam dan batin dari hati si satpam. “Masih ada juga ya… anak muda seperti Pak Adrian di Jakarta ini yang begitu supelnya sama siapa saja.” Adrian meneruskan langkah kakinya menuju kamar apartemennya. Menaiki elevetor dan berhenti tepat di lantai 13.  Lalu dengan bersiul-siul ringan menuju kamar no 137.  “home sweet home” batin Adrian dalam hati. Ssegera setelah melepaskan helai demi helai kain yang melekat di tubuh atletisnya dia segera menggantinya dengan kimono handuk lalu berendam dengan nyaman di kamar mandinya yang dekorasi ruangannya serba putih. Adrian menghabiskan kira-kira tiga puluh menit menghilangkan kepenatannya. Setelah ia berganti piyama pun penat itu masih ada, bayangan Vaya memenuhi seisi otaknya. Adrian segera beranjak dari kamarnya beralih ke ruang tengah, terlebih dahulu mengambil pepsi cola dan membawanya keruang tengah menyalakan televisinya sambil menegak pepsi cola lalu duduk  santai di sofa berwarna biru laut.

“Vaya….” bathinnya dalam hati.  “dia udah berubah ya… gak kayak dulu, polos,lugu….fiuuuuh sekarang udah dewasa udah mau tunangan lagi”  Gumam Adrian pelan.  Dia pun beranjak dari atas sofa mematikan televisinya dan menyalakan laptopnya. Mulai berselancar dunia maya. Membuka weblog; http://larahati.wordpress.com. Membaca satu persatu goresan pena yang ada didalam weblog tersebut lalu meninggalkan comment yang sama setiap hari

Dri……….

Dri@Gmail.com

Saya tak pernah tau siapa anda tapi tulisan dan goresan pena anda selalu bisa membuat saya tersentuh. Sebegitu dalamkah perasaan anda padanya sehingga begitu banyak kata mewakili keindahannya.

Submit …comment to larahati

Tak pernah ada balasan dari empunya blog. Sepertinya dia adalah orang yang sibuk hanya ingin mengupdate tanpa perlu melihat isi comment yang datang bertubi-tubi di blognya. Atau mungkin tak sedikitpun tertarik untuk membalas comment yang baginya tak seberapa penting. Bisa dibilang juga introvert.  Setidaknya itulah yang digambarkan Adrian dalam pikirannya tentang penulis blog misterius yang kata-katanya selalu dapat menyejukan hatnya.  Swiiiingg…… Vaya melayang lagi dalam otaknya. Adrian kembali melamun,merenung. Dengan kedua tangan yang asik mengetik chating via facebook dengan pamannya yang ada di Salzbrug. Kota terpencil yang terletak di negara Austria. dengan sigap dalam perenungnya Adrian telah mengklik search engine google meletakan keywords Vaya Artamevia.yang akhirnya muncul berbagai informasi. Dan gambar yang membuatnya senyum-senyum sendiri ternyata banyak juga yang punya nama seperti itu. Tiba-tiba terbesit dalam pikirannya untuk mengucapkan selamat malam pada Vaya gadis yang kini menari-nari dalam pikirannya. Dia pun memencet-mencet mencari nomer Vaya di ponselnya. Dan akhirnya ketemu juga nomer yang selalu disimpannya, nomer yang selalu diingatnya, nomer yang dulu terselip dalam komik lecek yang diberikan Vaya padanya dan sampai sekarang masih selalu disimpannya menemaninya tidur setia mengisi ruang tas kerjanya.

Met tidur ya gudnite.. semoga malaikat malaikat Allah senantiasa menemani tidur lelapmu.

Mesaage Send to Vaya

Tak lama kemudian ponsel Adrian bergetar ada tanda new message dalam layarnya. Buru-buru dibukanya pelan-pelan yang ternyata dari Vaya.

Thanks… siapa ya?

Sender : Vaya

Adrian pun buru-buru mengetik balasan.

Adrian

Message Send to Vaya

Hening  tak ada balasan dari Vaya. “mungkin dia enggan membalas…eh nggak positif donk mungkin dia sudah tidur sekarang kan udah tengah malam” batin Adrian dalam hati.  Adrian mematikan laptopnya beranjak kekamar tidurnya hingga dia dikagetkan dengan dering suara ponselnya.

“ya… hallo sapa” Adrian malas

“ Adrian!!! Jam segini ngapain aja!!! Kok sampai belum tidur!” jawab suara yang diseberang.

“Mama!!” Adrian segera mengenali asal suara itu.

“Iya Ian nih nomer hape mama yang baru gituu..”

“Gak penting deh.”

“hehehehe….oh ya Ian kapan kamu merit? Inget usia nak…. Udah cukup buat berkeluarga.. mama kan juga pengen nimang cucu”

“mama kan udah punya banyak cucu”

“Tapi belum dari kamu lho”

“Aku belum mau merit”

“ya…..kenapa? gak ada jodoh?”

“ Sibuk karier ma …. Udah ya ma udah malem mama buruan tidur sono udah tua tuh! Ntar rhematik kumat!

“Ya…. Padahal kangen ama kamu”

“Udah malem mama!!”

“Ok deh… gudnite Ian”

“Gudnite mom..”   Selanjutnya terdengar suara klik dari seberang pertanda pembicaraan telah diakhiri. Adrian pun kembali berjalan gontai menuju kamar tidurnya. Bergelut dengan guling empuknya dan springbed hangatnya mencoba menghilangkan Vaya dari benaknya. Tapi akhirnya pasrah karena bayangan itu tak bisa hilang. Mau tak mau. Yang tentu saja mau! Vaya muncul dan menari-nari dalam mimpi indahnya.

chapter 4

Posted by: putribulan on: June 22, 2009

Chapter

IV

Vaya tiba dirumahnya tepat pada sepuluh lewat lima belas menit. Segera setelah mencuci muka dan melepas semua pakaian yang menempel di tubuhnya dan menggantinya dengan piyama Vaya langsung merebahkan diatas kasur sprinbed kamarnya yang nyaman dan empuk. Menarik nafas perlahan dan membenamkan pikiran dalam angan masa kuliahnya dulu.

“hardest day in my life” gumamnya dalam hati. “Adrian “ Vaya bergumam pelan sehingga hanya dia sendiri yang mendengarkan lirih suaranya.  “tok-tok-tok”  terdengar suara pintu kamar Vaya diketuk. “masuk” Vaya menjawab dari dalam kamar. Tampak mama Vaya  dengan balutan daster memasuki ruangan kamar Vaya.

“ belum tidur Vay….?” Tanya sang mama lembut dan bijaksana.

“belum mam…. Vaya masih belum ngantuk aja.” ..

“Mau mama temenin gak biar cepet ngantuknya ….”

“ahhh mama. Vaya kan bukan anak kecil lagi ma.” Vaya manja.

“Gak apa apa kan…. Lagian kan mama kangen ama Vaya” dibalas dengan senyum manis sekali dari Vaya. Berdua ibua dan anak itu berjalan beriringan menuju ranjang empuk di dekat jendela kamar.

“Ma….mama kenal Adrian gak?”  Vaya membuka pembicaraan

“Iya, dia teman kuliah kamu kan? Yang namanya ada di buku harianmu”

“Ho~oh mam”

“Lha terus kenapa Vaya” sang mama berbalik menghadap Vaya

“Dia sekarang jadi reporter di kantor Vaya”. Ujar Vaya lesi dan sedih.

“Terus kenapa?”  tanya sang mama penuh kasih sayang, sambil membelai lembut rambut Vaya.

“Vaya….” Belum sempat Vaya meneruskan kata-katanya, airmatanya sudah menetes perlahan.

“Lho kok malah nangis anak mama? Vaya masih suka sama Adrian?” tanya sang mama sambil memeluk tubuh Vaya hangat.

“ Gak tau..” Vaya menggeleng. “Vaya cuman bingung sama perasaan Vaya”

“Vaya…. Apa yang terjadi esok dan dikemudian hari antara kamu, Devon dan Adrian… ikuti saja alurnya.”

“Tapi ma….”

“Sssst” sang mama menyilangkan jemari lembutnya dibibir Vaya. “ Akan tiba saatnya nanti kamu memilih mana yang terbaik untukmu.”  Sang mama menasehati bijak.

Vaya pun memejamkan mata, tenang hati Vaya mendengar nasehat bijak dari sang mama.


  • None
  • putribulan: makasih joy salam kenal........... silahkan menikmati goresan goresan penaku
  • Joy: Mantap...!!! Calon Penulis yang Hebat...., tetap semangat...!!!
  • putribulan: nice so nice